Fogging Puskesmas Patihan

Penderita demam berdarah pada awal tahun 2019 di wilayah kerja Puskesmas Patihan cukup banyak, mulai dari lingkungan rumah sampai sekolah. Olehkarena itu, dilakukan pengasapan (fogging) pada lingkungan / sekolah yang terdapat 3 penderita/ lebih.

Fogging di masyarakat
Fogging di Sekolah

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, Sp.M(K) menyatakan bahwa pengasapan (fogging) bukan strategi yang utama dalam mencegah demam berdarah dengue ( DBD). Fogging tidak dilakukan secara rutin, hanya dilakukan saat terjadi kasus di suatu wilayah, sehingga daerah di sekitarnya melakukan fogging untuk memberantas nyamuk sebagai vektor penyakit DBD.

Pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus. Singkatan dari 3M Plus

IMUNISASI ORI DIFTERI PUSKESMAS PATIHAN

Difteri adalah suatu penyakit bakteri akut terutama menyerang tonsil, faring, laring, hidung dengan gejala spesifik timbulnya membran  . Ada kalanya menyerang selaput lendir atau kadang konjungtiva atau vagina. Penyebab Corynebacterium diphteria   (tipe gravis, mitis dan intermedius)

Gejala Difteri adalah :

  • Terdapat Lesi khas sebagai suatu membran asimetrik keabu-abuan dikelilingi oleh daerah inflamasi,
  • Tenggorokan sakit
  • Kelenjar limfe membesar & melunak.
  • Adanya oedema & pembengkakan di leher pd kasus sedang & berat (BULLNECK)
  • Obstruksi jalan nafas / sesak nafas

Outbreak Response Immunization (ORI) dilaksanakan sebanyak 3 putaran. Putaran pertama dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2018 lalu. Untuk putaran kedua dilaksanakan serempak se Kota Madiun pada bulan Juli hingga Agustus 2018 dan ORI putaran ketiga dilakukan bulan November 2018. ORI Difteri perlu dilakukan 3 kali untuk membentuk kekebalan tubuh dari bakteri corynebacterium diphteriae sebagai upaya pengendalian KLB Difteri terutama di Kota Madiun.

Pelaksanaan ORI Difteri

Bagi orang tua yang memiliki putra dan putri berusia antara 1 tahun sampai kurang dari 19 tahun yang belum mendapatkan vaksin di putaran pertama ORI Difteri, tidak perlu khawatir. Lapor ke petugas kesehatan untuk mendapatkan ORI Difteri.

ORI dilaksanakan di sekolah baik TK, SD, SMP, SMA/SLTA dan Posyandu. Bagi anak yang tidak sekolah, ORI dapat dilakukan di Posyandu, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.

Pemerintah yakin melalui ORI yang tepat dan sesuai prosedur, KLB Difteri dapat kita kendalikan. Tentu perlu kerjasama dan partispasi kita semua terutama para orang tua yang mempunyai anak-anak serta upaya bersama pemerintah daerah untuk mengambil langkah cepat mengendalikan masalah KLB ini.

Pelaksanaan ORI di Posyandu
Pelaksanaan ORI di Sekolah Dasar